Alat gratis

Nama ke Katakana

Ketik namamu dan lihat cara menulisnya dalam katakana, lengkap dengan cara baca dan alasan di balik setiap hurufnya.

Tips: tulis ê untuk e pepet (seperti "sepeda") atau é untuk e taling (seperti "enak") agar hasilnya lebih tepat.

Rekomendasi

Ejaan paling umum

ブディ・サントソ

Dibaca orang Jepang: Budi Santoso

Panduan cara baca

Setiap potongan menunjukkan huruf Latin, katakana yang dipakai, dan cara orang Jepang membacanya.

Budi

  1. bu ブ bu
  2. di ディ di

Santoso

  1. sa サ sa
  2. n ン n
  3. to ト to
  4. so ソ so

Aturan yang dipakai untuk nama ini

  • "ti", "di", "tu", "du" ditulis ティ・ディ・トゥ・ドゥ agar tidak berubah menjadi "chi"/"tsu".
  • "n" atau "ng" di akhir suku kata ditulis ン.

Sudah tahu namamu dalam katakana? Saatnya hafal semua katakana.

Daftar gratis di Pupulingual untuk latihan hiragana, katakana, dan kanji dengan flashcard dan latihan menulis.

Cara alat ini bekerja

Alat ini membaca nama seperti orang Indonesia mengucapkannya, lalu menuliskannya dengan kebiasaan katakana yang dipakai media Jepang untuk nama Indonesia. Contohnya, Joko Widodo ditulis ジョコ・ウィドド.

Huruf "c" dibaca seperti pada "cinta" sehingga menjadi チャ, "ny" menjadi ニャ, dan "sy" menjadi シャ. Huruf "k", "t", dan "p" di akhir kata diucapkan tertahan, jadi ditulis dengan ッ (tsu kecil). Konsonan "n" dan "ng" di akhir suku kata menjadi ン.

Nama lengkap dipisah dengan titik tengah ・ (nakaguro), seperti kebiasaan penulisan nama asing dalam bahasa Jepang.

Pertanyaan umum

Kenapa nama ditulis dengan katakana?

Katakana adalah aksara Jepang untuk kata dan nama dari bahasa asing. Nama Indonesia di CV, formulir visa, kartu nama, atau saat perkenalan (jikoshoukai) biasanya ditulis dengan katakana.

Kenapa hasilnya bisa lebih dari satu?

Beberapa huruf Indonesia bisa dibaca lebih dari satu cara, misalnya "e" pepet dan taling, atau "h" di akhir nama. Alat ini menampilkan ejaan yang paling umum lebih dulu, lalu alternatifnya.

Kenapa ada huruf tambahan seperti ス atau ル?

Bahasa Jepang hampir selalu memakai pola konsonan + vokal. Konsonan yang berdiri sendiri, seperti "s" di akhir Agus, diberi vokal kecil sehingga menjadi アグス (a-gu-su).

Apakah hasilnya pasti benar?

Hasilnya mengikuti kebiasaan penulisan nama Indonesia di media Jepang, tetapi nama adalah hal pribadi. Kalau kamu sudah punya ejaan katakana resmi (misalnya di dokumen imigrasi), pakai ejaan itu.

Ingin menghitung benda dalam bahasa Jepang? Coba kalkulator josūshi.